Pulau Weh
Buat banyak penyelam serta penggemar liburan aceh bahari, Pulau Weh yaitu tempat yang tidak bisa ditinggalkan. Ada di sisi barat laut Aceh, pulau ini termasyhur dengan kecantikan bawah lautnya yang mengagumkan. Perairannya yang jernih serta kaya terumbu karang membuatnya selaku salah satunya posisi menyelam terhebat di Indonesia
Pantai Iboih serta Pantai Gapang yaitu dua area yang tenar di Pulau Weh. Diluar itu, Anda dapat juga suatu monumen yang mengenali titik sangat barat Nusantara. Dengan kondisi yang tenang serta alami, Pulau Weh yaitu area yang baik buat lepaskan letih dari hingar-bingar kota.
Mushola Raya Baiturrahman
Liburan agama di Aceh akan tidak komplet tanpa ada mendatangi Mushola Raya Baiturrahman. Mushola besar yang bertempat di pusat Kota Banda Aceh ini yaitu salah satunya simbol kebanggaan penduduk Aceh. Dengan arsitektur unik yang memadukan type Mughal serta Timur tengah, mushola ini punya kubah besar dan kolam yang elok di halamannya.
Mushola Raya Baiturrahman pun jadi saksi bisu dari momen tsunami 2004, di mana bangunan ini masih berdiri tangguh di tengahnya petaka yang menimpa Aceh. Disamping jadi tempat beribadah, mushola ini pun jadi daya magnet liburan buat mereka yang pengin memuji kecantikan serta sejarahnya.
Danau Laut Tawar
Bergeser ke daratan tinggi Aceh, Danau Laut Tawar yang ada di Takengon, Kabupaten Aceh tengah, menjajakan pemandangan alam yang memikat. Danau ini diputari oleh pegunungan hijau yang berikan kondisi sejuk serta asri. Gak cuman nikmati kecantikan alamnya, turis dapat juga coba bermacam pekerjaan seperti berperahu, memancing, atau sebatas nikmati kopi unik Gayo yang termasyhur dengan cita-rasanya yang antik.
Kecantikan Danau Laut Tawar makin memukau waktu pagi hari, sewaktu kabut tipis menyelimutinya permukaan air, membentuk kondisi yang magic. Tidak aneh apabila tempat ini kerap jadikan posisi bergaya oleh banyak pengunjung.
Museum Tsunami Aceh
Selaku salah satunya tempat tamasya mendidik di Banda Aceh, Museum Tsunami jadi pengingat bakal petaka luar biasa yang menimpa Aceh di tahun 2004. Museum ini didesain oleh arsitek terkenal Ridwan Kamil serta punya bermacam instalasi yang mendeskripsikan insiden dan pengaruh tsunami buat penduduk Aceh.
Salah satunya area yang sangat terkesan yaitu Tempat Renungan, di mana pengunjung dapat dengar nada lantunan doa dan lihat beberapa nama korban sebagai sisi dari riwayat. Disamping selaku tempat tamasya, museum ini pun memiliki fungsi selaku pusat pendidikan serta mitigasi petaka.